Tidak Sempurna

that i still have to move on

that i still have to move on

Pada diri ini yang tidak sempurna, saya mulai menyulam kembali sulur-sulur impian yang berserak setelah tak dihiraukan sekian lama. I have to fight back to get my dreams. Meminta dan akan terus meminta agar dikuatkan oleh yang Maha Perkasa agar tidak lagi merengek dan mengadu kepada selain-Nya. Meminta untuk dapat menguatkan diri tanpa harus bergelayut di lengan orang lain. Saya perempuan oleh karena itu saya harus kuat, sekedar anekdot bagaimana mungkin surga diletakkan di bawah telapak kaki saya jika saya tak kuat dan tak siap menampungnya.

Pada diri ini yang tidak sempurna, akan terus datang gelombang, ombak besar ataukah badai nantinya demi kesuksesan yang saya cita-cita kan, dan saya sungguh seorang yang penakut. Tapi ada yang berbagi wejangan jika ingin berani mulailah untuk pura-pura berani, walau selalu diserbu perasaan gentar, cemas, harap, kadang pesimis dan berangan yang jauh, tidak ada kata lain selain menepuk dada untuk memompakan semangat pada jantung untuk berdetak lebih kencang, berdegup lebih keras agar seluruh tubuh lebih hidup.

Pada diri ini yang tidak sempurna, dan benarlah diri ini pun masih naif. Jika boleh berhitung tak banyak yang bisa saya lakukan, tapi tetap harus dilonggarkan hati, berdo’a pada yang Maha Pengasih  agar mengilhamkan  hal tersembunyi yang mampu saya perjuangkan.  Isi kepala ini tak banyak , isi hati mungkin berlebih karena saya adalah perempuan yang begitu perasa apalagi dengan seringnya merasakan kegagalan. Tapi tidak, tidak boleh saya berhenti, karena itulah saya masih tetap mau berdiri menjalani takdir walaupun harus melangkahi dulu pada batu-batu yang licin  sehingga saya lebih sering terpeleset dibandingkan berjalan dengan lurus dan benar.

Pada diri ini yang tidak sempurna, saya harus tabah dan terima dengan segala kritikan, saran, bentakan, umpatan, cacian, repetan dari orang yang lebih sempurna, dari tetua yang sudah panjang pengalaman, dari kolega yang lebih banyak berkorban dan bekerja dibandingkan saya. Bismillah, saya sadari saya tidak sempurna dan akan saya selesaikan sisa lembaran hidup ini dengan ketidaksempurnaan yang saya miliki, hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir.

Sumber gambar: di sini

Langkah Pertama

kebiasaan itu seolah sudah dicetak di DNA kita, susah untuk dirubah tapi bisa

kebiasaan itu seolah sudah dicetak di DNA kita, susah untuk dirubah tapi bisa

Untuk berubah, paling susah untuk melangkah di awal. Entah sudah berapa kali saya selalu gagal di langkah yang pertama. Jika ingin berubah langkah pertama adalah kunci keberhasilan, akan tetapi dengan  diikuti oleh kedisiplinan yang tinggi dan kokoh. Berubah itu memang tidak mudah, karena godaaan yang terberat justru datang dari kebiasaan lama yang tidak ingin direbut posisinya oleh yang lain. Sebesar apa saya ingin berubah sebesar itu pula rupanya bagian dalam diri ini menolaknya. And then, saya masih belum mampu melawannya tapi melihat semangat sohib di seberang sana lagi-lagi saya dibikin iri. No way, saya gak boleh berhenti berusaha. Mulai lagi mengambil ancang-ancang langkah pertama dan saya tidak boleh meladeni tawar menawar dari bagian diri yang tidak mau berubah, it’s for our good, mate :)!

Sumber gambar: di sini