Tak Terlalu Memiliki

Kita tak bisa 'tuk terlalu memiliki

Kita tak bisa ‘tuk terlalu memiliki

Berawal dari sebuah pesan singkat yang masul lewat aplikasi What’s Up, “Suami ibarat tamu bagi istrinya. dia akan datang sejenak kemudian pergi. dan kembali ke rumahnya di surga dimana istrinya yang sebenarnya telah menunggu.” Tulisan ini bukan bercerita tentang ketakutan saya tidak kekal memiliki suami sampai akhirat sana. Ini hanya satu contoh dari hal yang tak terlalu memiliki.

Pagi ini, satu contoh lagi masuk dalam pemahaman saya. “Jika tak terlalu memiliki maka kita tak pantas berharap lebih.” Pada hal apapun itu, pada diri-diri yang sudah kita anggap erat, pada rumah yang kita anggap akrab, kita tak boleh mestinya meletak harap terlalu besar, sebesar hal-hal yang telah atau akan kita lakukan untuknya.

Berakhir pada sebuah kesimpulan, untuk yang tak terlalu memiliki, maka sisa kan sebidang lahan untuk melepas pergi. Sekian..

Sumber gambar: di sini

Advertisements

2 thoughts on “Tak Terlalu Memiliki

  1. Memang nggak ada yang abadi ya, Nek. Tapi utk yang satu ini, rasanya paling sulit ikhlas hidup dengan asas tiada yg abadi.

    Sempat netesin air mata juga meski belum ada suami :-p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s