Peduli? Tunggu Dulu!

peduli atau bergunjing?

peduli atau bergunjing?

Ada kebiasaan yang beredar di dalam pergaulan kita yang dirasa baik ternyata tidak juga pada beberapa kasus tertentu. Apa yang akan saya bicarakan pada postingan hari ini adalah mengenai satu kata ‘Peduli’.

Kata peduli erat kaitannya dengan keluarga. Salah satu bentuk hubungan yang erat di dalam keluarga adalah kepedulian yang tinggi antar sesama anggota keluarga. Sehingga dari kepedulian lahirlah sikap sama sakit sama senang.

Biasanya kalau ada kabar gembira kita pun bersemangat untuk membagikannya karena atas rasa peduli. Bagaimana kalau kabar buruk? tentu saja dong. Kalau kabar keburukan? Nah, soal ini menurut saya perlakuannya berbeda.

Bagi saya yang mempunyai pagar privasi yang cukup tinggi. Kabar keburukan berbeda perlakuannya saat anggota keluarga masih hanya anggota sedarah dengan ketika sudah bercampur dengan anggota keluarga yang diakibatkan pernikahan. Simpelnya begini, saat hanya ada kita, adik, dan kakak ketiganya masih melajang. Soal keburukan masing-masing bisa saling diceritakan sebagai rasa peduli dan sayang dengan saudara kita, akhirnya kita bisa bersama saling menasehati untuk perubahan yang lebih baik.Tetapi saat yang tiga ini sudah berkeluarga, misalkan kita melihat keburukan pada keluarga si adik, menurut  saya kita tidak berhak memberitahu si kakak karena si adik sudah punya hak privasi keluarga di dirinya, apapun yang terjadi pada dirinya maka pasangannya akan ikut terseret bersamanya. Kita juga harus mempertimbangkan hal ini sebelum memberitahukan ke saudara yang lain walaupun atas dasar kepedulian sekalipun!!!

Ketika sudah berkeluarga maka hal baik atau buruk yang tersiar mengenai seseorang akan menimbulkan penilaian pada diri orang tersebut dan pasangannya. Kita kabarkan kepada keluarga kita yang lain bahwa si fulan atau fulanah saudara kita rumah tangganya begini begitu. Tak berhenti di satu orang saja, saat lidah gatal terceplos pula ke saudara yang lain. Saya ingin bertanya itukah yang namanya peduli atau sudah bergunjing jadinya??? Apa manfaatnya bagi kita? Kabar yang kita terima akan memancing komentar pribadi, berkomentar berarti kita sudah menilai, dan penilaian akan melahirkan sikap, dan diantara sekian sikap yang kita pilih ada sikap hiprokit di sana.

Saat si fulan atau fulanah mengetahui berita yang tersebar tentang keluarga mereka ada yang santai tetapi ada yang tersinggung juga. Wajarkah dia tersinggung? bagi saya wajar karena tidak berhak kita sibuk mengurusi dan membicarakan keburukan keluarga orang lain. Karena hal itu adalah perusak silaturahmi dan juga menjadi bibit yang kita tanamkan pada keluarga kita untuk suka bergunjing dan mencari-cari kesalahan orang lain.

Peduli??? tunggu dulu! lagi-lagi ini peduli atau cuma bergunjing??? ….

Sumber gambar: disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s