Target Baru

Di minggu dan bulan ketiga Hijriah, Rabiul; Awwal 1436 H. Di minggu kedua dan bulan pertama tahun 2015 Masehi. Ada satu niat yang tiba-tiba muncul dan meremas-remas hati saya. Sebuah target mengkhatamkan buku-buku Islam lebih banyak lagi, terutama kitab-kitab ulama klasik. Sehari sebelumnya saya sibuk meng-kepo FB kartun muslim B’Douin. Ada sebuah gambar yang menampar wajah saya. Dalam kartun tersebut diceritakan seorang suami yang demi memuaskan pertanyaan istrinya mengenai sains umum, dengan segenap tenaga dan perhatian menelaah dengan begitu dalam dan detail setiap referensi yang bisa didapat. Sedangkan ketika sang istri menanyakan tentang persoalan keislaman si suami dengan santai hanya cukup mengetikkan kata kuncinya di Google.

Tanpa disadari saya pun sering melakukan hal tersebut, Seolah urusan umum semisal sains dan perihal lainnya memang sangat nikmat untuk ditelaah dengan dalam sedangkan urusan agama, saya menyampingkan sikap objektif saya. Apakah saya pun sudah tertular paradigma bahwa masalah keislaman ‘kurang menarik’ karena tidak ilmiah dalam penyajiannya? bisa jadi. Astagfirullah betapa dangkalnya ilmu ini, dan betapa jahilnya saya. Jika saya menelan bulat-bulat kesan yang demikian. Ada rasa sesal yang membebat hati saya, mau-maunya saya bertindak seperti itu untuk agama saya sendiri.

Dan saya pun ingin mengenal mereka-mereka, para ilmuwan Islam yang tersaput kabut ketidakpedulian saya selama ini. Mungkin gagasan dan bahasan mereka lebih brilian, cuma saya selama ini tidak tahu dan mau tahu pula. Karena itu saya ingin mencari tahu. Sebelum semua terlambat dan saya hanya berani berenang di kolam dangkal. Tetap bodoh…tetap jahil…tetap tak berilmu tetapi merasa tahu ini itu.