Lama Vakum

rasanya sudah lama sekali

rasanya sudah lama sekali….

Bismillah.. Rasanya sudah lama sekali vakum dari blog. Baik yang WordPress maupun Blogspot. Saya sangat menyadari bahwa itu murni akibat kemalasan saya dalam menulis. Saya terlalu disibukkan dengan hal-hal baru dalam hidup, hal baru setelah memasuki dunia kerja dan pernikahan, well apakah saya sudah terbiasa sehingga akhirnya saya putuskan kembali untuk menulis??? hmmm tidak juga. Saya pikir ini lebih karena rasa bosan yang menumpuk. Rasa bosan yang disebabkan karena hidup yang dirasa berjalan begitu saja tanpa ada hingar bingar atau semacam euforia yang meletup seperti sebelumnya.

Dunia kerja itu membosankan jika tak ada kejelasan target yang harus dicapai. Belum lagi jika yang dikerjakan disekitar itu melulu yang rasanya tidak membuat otak berkembang. Ah, ada satu hal lagi, deadline adalah hal yang membuat kita produktif ditambah lagi dengan adanya agenda evaluasi yang siap-siap bikin kita babak belur. Bayangkanlah diri kita berada di masa-masa penyelesaian Tugas Akhir. Setiap menit itu harganya mahal, setiap ibadah yang dilakukan adalah penguatan akan ikhtiar. Hidup menjadi begitu dramatis saat kita berhasil menyelesaikannya walaupun harus ngos-ngosan, bertanggang semalaman sampai mata perih dan memelas minta ditidurkan. Ah, indahnya masa itu.

Pernikahan itu membuat lelah jika semua urusan carut marut disebabkan berbagai macam tangan ikutan mengobok-obok air yang diarungi oleh biduk rumah tangga kita, dan saya sadari itu bahwa hari ini masihlah secuil badai, sekilas asap yang menyelusup dalam kehidupan kami. Kian hari kian lebih apalagi kalau kami ingin maju, maunya lebih baik lagi.

Saya pun mulai sadar bahwa perangai negatif kita, kebiasaaan buruk kita, sedini apapun itu harus segera dibabat. Mana ada amanah yang akan bertambah ringan? Semakin bertambahnya usia maka amanah pun bertambah ceklisnya satu per satu , sekuat apapun kita menolaknya yah bahkan berpura-pura tidak menyadari pun tetap amanah itu akan menimpuki kepala kita. Kondisi dimana diri tak siap menerima itulah racun diri. Pelan-pelan merayap dan mencekik kita sampai kesulitan bernapas.

Manusia itu bebal, dapat dirasakan saat momen-momen tertentu yang kau lewati dalam hidup. Tak kan ku bilang kawan seperti apakah bebal itu, karena bisa dirasakan sendiri tak usah payah tuk diucap. Sejauh mana bebalmu maka sejauh itu pula usahamu harus diperkeras.

Hmmm… lega sudah… setidaknya meracik kata-kata seperti menenggak herbal pahit tapi menyembuhkan. Tulisan mungkin tak selaras dengan perilaku kita, tetapi dengan menulis… mungkin saat itu nurani kita mengambil peran membiarkan kebebalan kita tak sadarkan diri sesaat.

#lostInTime

pict: here