Menang-Menang

Capture

Kita telah menjadi pemenang, akhirnya…

Kita tidak akan tahu dengan siapa kita akan berjodoh. Namun, kita tidak bisa pula menepis perasaan kepada seseorang yang datang menghampiri kita. Itulah hidup… mencintai… dicintai… senantiasa berputar sedemikian. Saya pun pernah begitu menyukai seseorang, saya berjuang dengan perasaan itu. Dan akhirnya saya menyadari tidak menemukan kebahagiaan dan balasan yang sama.

Ada saat dimana saya begitu marah dengan orang yang saya sukai karena merasa dia berhati dingin dan kurang lelaki. Saya sering menangis beriringan dengan hujan, pikiran saya berkabut dan saya merasa menjadi orang yang paling bebal sedunia. Saya merasa rendah diri karena tidak seperti saingan saya yang lain, tapi entah kenapa saya tetap kukuh melawan pertanda dari langit.

Tiap langkah yang mendekatkan saya kepadanya selalu diselingi sayatan di hati. Saya berusaha sabar dan optimis, kebahagiaan akan datang pada akhirnya. Namun tak semudah di angan. Nyatanya, pikiran dibuatnya lebih kacau, hati tak tenang, selalu dicemaskan dengan hal yang remeh-temeh. Kenapa mencintai begitu menyakitkan??? Saya putuskan pada akhirnya menerima bisikan langit.

Walaupun berat, saya palingkan hati yang sudah dipenuhi oleh namanya. Saya hapus paksa dengan air mata. Kadang disaat percik api terpantik di hati saya, ada bara kebencian memerah yang kemudian meredup melingkupi bayangannya. Saat dimana memori kelabu berarak diingatan ini. Untuk sesaat kan saya biarkan toh pada akhirnya desiran maaf yang halus memadamkan bara itu kembali.

Malam-malam yang dulu begitu menyiksa dirubung tanya, “Akankah saya bertemu dia besok pagi?”, “Bagaimanakah reaksi dia saat pertemuan kami, biasa sajakah atau menikmatinya?”, “Apakah kami bisa bercakap lebih lama dari sebelumnya ?” Kini… tidak akan pernah ada lagi. Dia sudah tergantikan dengan sosok baru yang saya pun tidak percaya bisa mencintainya dengan mudahnya. Saya lega, tidak harus melulu bersikap sok kuat dan berwajah tidak terluka.broken-heart-qoutes-broken-hearts-31855169-489-318

Dari dulu saya ingin ditanya, apakah saya tidak apa-apa?, adakah yang sakit?, tetapi dulu saya menganggap itulah kelemahan wanita yang menyebalkan, nyatanya itu memang bawaan kejiwaan Hawa. Saya luangkan waktu sekian menit untuk menulis ini karena terkait dengan dia di masa lampau. Kabar telah tersiar, dia telah menikah dengan seorang wanita baik-baik. Semoga berkah Ilahi meliputi mempelai.

Walaupun ada dengking teredam di hati saya. Yah… anggaplah semacam godaan Iblis untuk mengesalkan saya kenapa kita tidak satu padahal dulu kita sempat punya kebersamaan yang bisa dikata menyenangkan. Hadir pula tiupan suara mengejek¬† dan mencibir bahwa saya telah kalah sedangkan dia telah menjadi seorang pemenang.

Tapi… kita dicipta bukan ‘tuk bersama karena takdir sudah tersurat sebelum denyut nadi pertama. Sebenarnya perasaan tentang dia tak lagi pantas dikenang. Karna yang terlahir hanyalah perasaan sedih dan bodoh. Kadang rasanya gatal ingin tahu bagaimana kabarnya setelah sekian lama tanpa temu… tanpa sapa… tanpa tanya…

Ah… ternyata butuh waktu sedikit lama untuk lupa…Natalie-and-Asher-wedding-silhouette-272x300

Sekarang, saya sudah memiliki cerita baru dalam hidup, lembaran kosong yang mungkin pernah direncanakan untuk menuliskan namanya di masa depan tapi… ada nama lain saat ini yang diamanahkan pada saya. Jemari ini telah direkatkan oleh Tuhan dijemari yang lebih baik dan nyata. Saya dan dia (yang di masa lalu) sebenarnya telah berdiri di posisi menang-menang. Kami telah menduduki takdir kami masing-masing, tinggal pilihan berikutnya yang akan menentukan kami akan tetap bahagia atau sebaliknya.

Sekali lagi ‘Selamat’ untuk kedua mempelai. Barokallahulakuma.

Pict: 1, 2, & 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s